Sketsa Mandar


Sketsa Mandar
Karya: Alm. Nur Dahlan Jirana
Pernah kudengar cicit burung melagukan nyanyian malam
Pernah kulihat gadismu berbaju "pokko" 
bersarung sutra mandar dengan rangkaian melati terjuntai di telinganya
Pernah pula kulihat tubuh tinggi semampai dengan rambut tergerai panjang
Dan pernah pula kubaca sebaris "kalindaqdaq" kata pilihan ungkapan cinta
Tapi kini,
Aku yang berdiri diparang triti 
mendengar pesan Teluk Mandar yang disampaikan ke laut selatan Kawanku,
 Mandarmu yang dulu bukan lagi Mandar yang sekarang
Nyanyian alam kodok dan cicit burung telah berganti dengan lagu rock n roll
Baju "pokko" dan sutra mandar telah diganti oleh jeans, levis, tira dan sadel kings atau model gombrang entah apalagi
Dan tubuh tipalayo tidak lagi nampak yang ada hanya tubuh ceking katanya model kota
Tari pattuqduq dilupakan dan diganti dengan tarian yang namanya dancing, semua ikut karena takut dikatakan KAMPUNGAN.
 
Kawanku,
Dulu kehormatan sehelai rambut kaum wanitamu 
sering ditebus dengan tetesan darah 
diujung badik
Tapi kini 
tak sedikit lagi bayi yang lahir tanpa upacara adat.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 Talking To The Moon. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates